Showing posts with label Farmasi. Show all posts
Showing posts with label Farmasi. Show all posts

Cukupkah Sangsi Itu ?

Dalam pemberitaan resmi Badan POM tentang penarikan 22 merek obat/obat tradisional/supplemen makanan disebutkan bahwa sangsi yang diberikan kepada produsen adalah pencabutan nomor registrasi. Dengan demikian, artinya, produk-produk tersebut dilarang beredar lagi di pasaran. Selesaikah masalahnya ?
Sesungguhnya obat adalah racun, hanya bila pemakaian dan dosisnya sesuai, obat bermanfaat bagi tubuh. Karena sifatnya yang demikian, Badan POM sebagai institusi yang berwenang mengawasi peredaran obat di Indonesia, menerapakan metoda yang ketat untuk memantau setiap obat beredar yang terdaftar agar konsumen terlindungi.
Penambahan atau pencampuran Sildenafil Sitrat atau Tadalafil,  yang jelas-jelas diluar kandungan yang disetujui, adalah pelanggaran yang sangat serius. Produsen harus melaporkan dan meminta persetujuan Badan POM terlebih dahulu. Seandainya Badan POM mengijinkan, pasti penggolongan obatnya berubah menjadi obat keras.

SURAT TERBUKA UNTUK SEJAWAT APOTEKER



Sejawat, berikut ini adalah bahan renungan saya selaku seorang apoteker. Apoteker merupakan suatu profesi yang sangat mulia, begitu banyak hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak tergantung dipundaknya. kemampuan seorang  apoteker tidaklah bisa dianggap enteng. Dilapangan, profesi ini masih banyak dibutuhkan seperti pada Rumah Sakit, Industri Farmasi, Perusahaan Jamu, Staff Pengajar, Militer  dan juga apotek.
Bila dibandingkan dengan lulusan profesi lainya seperti Dokter Umum dan Dokter Gigi yang sama-sama Sarjana plus (profesi) seorang apoteker masih punya peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja dibanding profesi lain yang sudah mapan. Tamatan apotekerpun masih jau lebih kecil dibanding profesi kesehatan lain seperti dokter, bidan dan perawat. Hal ini seharusnya membuat kita lebih PD, namun dalam kenyataannya,  para apoteker justru masih memandang sebelah mata akan profesinya sendiri. Sebenarnya kita tidak perlu pesimis dengan profesi kita, malah seharusnya kita bangga.
            

Kemanakah kita…..


Setelah lebih 40 tahun peran apoteker telah berubah dari penggerus dan peracik obat menjadi manajer terapi obat. Tanggung jawab ini lama kelamaan meningkat lagi dalam memberi dan menggunakan obat, kualitas obat harus di seleksi, disediakan, disimpan di distribusikan, di racik dan di serahkan untuk meningkatkan kesehatan pasien

Dahulu ketika disebutkan apoteker, yang terbayang adalah seseorang yang bekerja di apotek meracik obat (compounder ) dan sangat tertutup terhadap orang ramai (pasien).